Jumat, 27 Agustus 2010

Melihat tak harus dengan matamu...

Aku seorang biasa, dengan sejuta cita-cita yang ku bangun untuk melengkapi denyut nadi kehidupan bahwa aku masih hidup dan berada di dunia ini. Aku dengan segala apa yang menempel pada diriku, yang selama ini aku aku sebagai milikku, meski sejatinya kita semua pun tahu apa yang ada pada diriku adalah kepunyaan Tuhanku. Sekilas saja aku tulis tentang diriku. Inilah aku.

Ada sebuah kisah menarik penuh hikmah ketika aku menjalankan ibadah puasaku saat ini, insya Allah. And the story begin...

***

2 minggu sudah puasa ini terlampaui, aku bersyukur dapat menjalankannya dengan sepenuh hati, Insya Allah, meskipun berbeda dengan puasa-puasa sebelumnya, karena sekalipun aku belum pernah merasakan berbuka bersama dengan keluarga di rumah. Setiap sore aku mengajar di sebuah TPQ Ramadhan (begitu kusebut karena hanya ada ketika bulan Ramadhan saja). Mulai dari jam empat sampai waktu berbuka hampir tiba.

Alhamdulillah, setiap pulang dari kegiatan mengajar, aku selalu dibekali ta'jil (makanan berbuka) berupa minuman sirup yang dibungkus dalam plastik dan jajanan anak-anak, sama seperti yang diterima oleh anak-anak yang mengaji di TPQ Ramadhan. Setiap hari selama bulan ini, begitu seterusnya aku jalani.

Dari hari pertama hingga hari ini, tak pernah sekalipun aku berbuka bersama keluargaku karena ketika adzan maghrib tiba aku masih menunggu angkutan yang lewat untuk mengantarku sampai ke rumah. Setiap hari aku berbuka di pinggir jalan, sekedar membatalkan puasaku.

Tapi dua hari yang lalu sungguh berbeda. Alhamdulillah, TPQ Ramadhan selesai lebih awal meskipun mungkin aku masih tidak bisa juga berbuka bersama keluarga, karena memang ternyata waktu berbuka telah tiba dengan ditandai sirine ketika aku masih berada di dalam kendaraan.

Aku pikir, nantilah, aku ingin sekali bisa berbuka puasa di rumah. Karena itu, kutahan diri karena beberapa menit lagi aku akan sampai di rumah.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seorang laki-laki berpakaian lusuh naik ke atas angkutan yang ku tumpangi. Tubuhnya gempal, berperawakan besar. Terlihat jelas dalam raut wajahnya, dia seorang pengangguran (mungkin) atau setidaknya seorang pekerja kasar. Aku tak mengerti apa yang ada dalam benak pikirannya saat itu, tiba-tiba dia tersenyum padaku dan mengatakan bahwa waktu berbuka sudah tiba. Aku pun hanya mengangguk dan membalas sedikit senyumnya.

“SKSD banget sich...” pikirku tiba-tiba. Astaghfirullah...

***

Ternyata memang tidak berhenti di situ saja, dia bertanya padaku apakah aku sudah berbuka atau belum, padahal di dalam angkutan itu juga ada seorang nenek dan ibu bersamaku. Kenapa tidak bertanya kepada mereka saja. Dan aku hanya tersenyum.

Sejurus kemudian dia mengangsurkan plastik kepadaku yang aku tahu isinya adalah makanan. Tidak, kutolak halus pemberiannya dan aku mengatakan padanya untuk memberikannya kepada nenek atau ibu itu, yang aku tahu ternyata mereka telah berbuka dengan bekal bawaan mereka sendiri.

Aku kira laki-laki itu akan berhenti di situ begitu saja, tak kusangka, dia menanyai semua penumpang yang ada dalam angkutan itu, adakah yang membawa permen. Dia bermaksud memintakannya untukku. Masya Allah...

Karena tidak ada yang membawa, dia angsurkan lagi kantong plastiknya. Dia katakan, ini mbak, makanlah sebagai pembatal puasa, Alhamdulillah saya sudah cukup berbuka dengan ini (sambil memperlihatkan plastik yang berisi minumannya dan sepotong tempe goreng). Karena aku masih terlihat menolak, akhirnya ia pun berujar, terimalah mbak, ini rezeki buat mbak, tidak baik menolaknya apalagi sampai menunda buka puasa. Dia taruh plastik itu di pangkuanku dan bergegas mencari bangku kosong.

Masya Allah, tak lupa aku ucapkan terima kasih. Apa yang aku pikirkan ini? Betapa picik sekali aku telah menilai orang yang telah berbaik hati padaku ini. Lihatlah, betapa dia begitu tulus dengan keluguannya untuk membantuku.

Dan akhirnya, ku nikmati juga sepotong bakwan goreng dari laki-laki itu. Nikmat sungguh karunia yang Allah berikan ini. Padahal aku telah berburuk sangka, astaghfirullah, semoga Allah mengampuniku.

Selasa, 24 Agustus 2010

Menunggu…

Menunggu itu suatu hal yang menyakitkan bagi banyak orang karena mereka tak tahu ada kepastian apa dari menunggu itu…

Namun halnya bagiku. Ada kalanya menunggu selalu memunculkan kebosanan dalam diriku. Tapi menunggu juga merupakan keahlian untuk menanti sesuatu yang memang harus kunanti. Menanti kepastian dengan kesabaran. Mungkin tak ada hal yang bisa kita lakukan dengan menunggu. Tapi jika kita mau berfikir tentang hidup ini. Kadangkala kita memang dituntut untuk menunggu. Bersabar dengan segala ketentuannya. Bersyukur dengan segala limpahan kenikmatan yang diberikan olehNya. Dan menunggu datangnya kenikmatan atau musibah yang akan menghadang di depan. Karena dengan menunggu, kita juga belajar untuk siap. Mempersiapkan segala kemungkinan akan segala kejadian yang juga masih berupa kemungkinan.

So, buat siapapun yang merasa menunggu itu adalah suatu hal yang sia-sia. Ketahuilah, bahwa disana ada banyak makna dari menunggu itu. Allah tidak akan memberikan kesia-siaan, tapi bagaimana kita mengolah suatu hal yang terlihat sia-sia itu (red: menunggu), menjadi suatu kegiatan untuk mengingat bahwa kita membutuhkan planning (red: rencana) untuk menentukan arah yang akan dituju. Bersabarlah dengan menunggu. Namun jangan terlena olehnya, karena kitapun dituntut untuk dapat gesit bergerak maju.

REBAH

oleh Eka Santi Wahyuni pada 24 Agustus 2010 jam 11:56

Rebah...

Hati ini rebah

Tenggelam dalam bisu

Bisu dalam diam

Lelah...

Hati ini lelah

Sejenak membuncah

Sejenak melemah

Semua mengumpat

Mata mengumpat

Telinga mengumpat

Hidung mengumpat

Mulut mengumpat

Tangan mengumpat

Kaki mengumpat

Dan hati...

Ia hanya merebah

Meluruh dalam harap

Melarung dalam doa

Pasrah...

Senin, 23 Agustus 2010

BALADA SEMUT MERAH DAN HITAM


oleh Eka Santi Wahyuni pada 22 Agustus 2010 jam 11:22 p.m

Hitaaam...

Blub blub blub blub

Blub blub blub blub

Hitaaam...

Masih terdengar jelas suara itu

Tapi, blub blub blub blub

Hitaaam...

Sesak semakin menyesak

Semua masuk semua keluar

Hitaaam...

Mencoba bertahan

Tapi tak dapat melawan kuasa Tuhan

Hitaaam...

Semua tiba-tiba sunyi

Dan gelap

Maafkan aku, hitaaam...

Dalam satu isak tangis si Merah

Dalam satu tatap nanarnya

Hitam melarut

Laju dalam pekat

Air selokan




Kamis, 19 Agustus 2010

IBU

Ibu.
Ku yakin kau yang melahirkan aku.
Dengan perjuangan yang hampir menyeret nyawamu.
Begitu letih, capai, lelah di waktu siang dan malam saat kau mengandung ku.
Makan ga lezat, minum tidak segar kau perjuangkan selama 9 bulan.

Ibu.
Terimakasih kau telah melahirkan aku, 2 tahun kau menyusuiku
Lalu kau asuh aku dengan kasih sayangmu, Sehingga aku jadi anak yang berbakti padamu
Dengan kelemah lembutanmu kau didik aku, Sehingga aku jadi manusia yang dewasa
Dengan kearifan mu kau didik aku, Sehingga aku jadi manusia independent

Ibu
Maafkan lah atas tindakan aku mengkritrikmu
Sebuah kritikan yang punya kaki
Kembalilah kepada jalan Tuhanmu
Yang Maha Pengampun
Berbeloklah menuju jalan Tuhanmu
Yang telah menciptakan bumi sebagai tempat tidur

Yaa Robbi
Ampunilah segala khilaf ibu aku
Aku tahu bahwa ibuku salah
Yaa Robbi, Kembalikanlah sifat kelemahlembutan ibuku yang dulu buat mengasuh aku
Tiupkanlah cahaya keberanian dan kearifan sebagaimana yang pernah ada
Sewaktu aku masih umur 2 tahun yang digunakan untuk mendidik aku

Yaa Robbi Yang Mahakuasa
Aku tahu, ibuku adalah hambamu yang Kau ciptakan
Yaa Robbi Yang Maha Pengampun lagi Penyayang
Aku tahu, ibuku adalah seorang makhluk yang Kau hadirkan di muka bumi
Berikanlah maghfiroh dan gumpalan pahala

Sebuah lamunan untuk mengingat ibu, di penghujung bulan Mei 2008 jam 7 an pagi. Sambil sarapan pagi dengan sambal terasi dan lauk tempe.

Jumat, 10 Juli 2009

Something sometimes can be wrong....

Selalu dan selalu saja begini...
Beribu kalimat ingin keluar dalam buaian nada dan irama hati, tapi apa yang terjadi?
Buntu dan buntu yang kutemui...
Apa yang hendak ku tulis kini untuk menumpahkan segala keresahan dalam hati?
Entah dan entah bagaimana ini...
Semoga aku masih mampu menapaki jalam panjang ini hingga akhir di ujung titik...

Rabu, 01 Juli 2009

Dalam Kabut

Entah mengapa, sesiang ini kabut di sekelilingku semakin tebal. Padahal satu jam yang lalu matahari masih setia menemani dan menyiratkan sinarnya yang terik. Detik demi detik semakin cepat waktu berlalu. Masih saja kabut itu menemaniku. Adakah sesuatu yang ingin ia sampaikan padaku? Ku biarkan saja kabut itu terus berarak dan mengikuti setiap langkah kakiku.

Satu jam, dua jam, tiga jam…

Dan seterusnya… aku tak tahu sudah berapa lama kabut itu menemani perjalananku.

Hingga tiba-tiba kulihat kabut itu semakin memerah. Awalnya ia putih, lalu kuning, orange dan sekarang merah…

Tahulah aku bahwa hari semakin beranjak kepada malam..

Tiba-tiba entah dari mana asalnya, keresahan menjalari seluruh persendianku.

Hei! Cukup!

Namun malang tak dapat ku cegah. Kabut itu semakin dalam membenamku. Ku gapaikan tanganku mencoba mencari pertolongan pada orang-orang yang ada di sekelilingku. Aku berteriak sekuat-kuatnya, berharap ada seseorang yang mendengarku. Namun aku sendiri. Tak ada orang di sekelilingku. Semampu diriku, ku coba menghalau kabut yang membelit seperti ular besar yang siap melahap mangsanya.

Lelah mulai menyergapku, ketakutan mulai menghantuiku. Namun tanpa menyerah aku berusaha melawan kabut itu. Satu dua tiga… nafas yang terburu semakin menipis saja kurasa. Sesak, pedih, sakit dan luka mulai menembus tubuhku. Bukan… bukan tubuhku tapi sesuatu yang tersimpan dalam tubuhku, jiwaku. Hei, kabut itu hendak meminta sesuatu itu. Jangan! Tidak! Kumohon jangan ambil hatiku! Aku meronta-ronta dalam tangis yang senyap tak tertahankan. Kumohon jangan! Kumohon!

Aaaaaaargh!!!

Dia mulai menarik paksa hatiku. Sekuat tenaga ku pegang erat hatiku. Jadilah hatiku semakin menghitam karena tersentuh kabut itu. Oh tidak!

Aku berteriak…

Aku menangis…

Aku meronta…

Masih erat ku pegang hati yang sudah tak berbentuk itu.

Kupertahankan satu-satunya benda berharga dalam jiwaku… karena disana kusimpan cinta…

Ya… Cinta…

Hei! Tiba-tiba kutemukan kekuatanku.

Ya… Cinta…

Tanpa kupikirkan apapun ku hendak meneriakkan sebuah kata tapi aku lupa. Bukan. Seharusnya bukan kata. Ya, bukan sebuah kata tapi apa yang hendak aku teriakkan?

Senyap…

Ku coba bertanya pada setiap organ dalam tubuhku namun telingaku telah tuli untuk mendengar. Dan mataku telah buta untuk melihat. Semakin dalam aku merasakan ketakutanku. Oh Tuhan, apa yang terjadi pada diriku? Tiba-tiba terbersit dalam ingatanku.

Allah…

Entah darimana mula asalnya huruf-huruf itu terangkai dalam mulutku, dan tiba-tiba hati yang erat tergenggam itu berdenyut.

Allah…

Kehangatan mulai terasa menjalari sendi-sendi pergelangan tanganku dan kurasakan denyutan itu semakin kuat.

Allah…

Perlahan ku dengar suara denyutan itu semakin jelas di telingaku.

Allah…

Dan hei! Aku melihatnya. Aku melihat kabut itu mencair.

Allah…

Mataku semakin terbuka lebar…

Allah…

Kabut itu menghilang…

Allah…

Cahaya itu menyilaukan…

Indah…

Mempesonaku…

Allah…

Kesadaranku mulai terasa nyata…

Allah…

Ku dapati diriku dalam ruangan kamarku. Dan kabut itu telah pergi.

JAMUR TIRAM

JAMUR dapat mendatangkan keuntungan maupun kerugian. Ada beberapa jenis jamur yang bisa diolah menjadi aneka makanan lezat. Bahkan, jamur juga bisa menjadi bagian dalam pembuatan obat tradisional. Salah satunya adalah jamur tiram yang akhir-akhir ini banyak dilirik. Jamur yang berwarna putih ini juga dikenal dengan sebutan Shimeji (Jepang), Abalon Mushroom atau Ayster Mushrom (Eropa atau Amerika) dan Supa Liat (Jawa Barat). Jamur ini kandungan gizinya cukup tinggi sehingga cocok bagi yang sedang diet. Salah satu sentra budidaya jamur tiram di Yogya adalah di Pandeyan, Umbulharjo yang diupayakan oleh beberapa warga. Hasil budidaya mereka ditampilkan dalam acara panen padi di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Umbulharjo, belum lama ini. “Jamur tiram bisa diolah menjadi berbagai makanan, baik disayur maupun dibuat kripik,” kata Tiwi. Jamur ini memiliki beberapa warna antara lain, putih, coklat, abu-abu dan kuning serta kemerah-merahan. Sedangkan yang dikembangkan warga Pandeyan adalah jamur tiram putih (Pleurotus florida). Jamur jenis ini berbentuk bulat agak lonjong melengkung seperti cangkang tiram berwarna putih dan berdaging. Budidaya jamur tiram cukup mudah. Bagi warga yang tidak memiliki lahan yang luas pun bisa melakukannya. Dengan media tanam serbuk gergaji dan telaten untuk menjaga kelembaban suhu. Bila mempunyai lahan cukup luas bisa dengan membuat rumah bambu. Selain dapat disayur, jamur tiram juga dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk dan keripik. Bahkan, di Eropa dan Amerika jamur tiram sering dikonsumsi langsung dijadikan semacam sayuran pada pembuatan salad. Kandungan gizi di dalam jamur tiram yang cukup banyak membuat banyak orang menyukai untuk mengonsumsinya. (Anik P)-g

Komposisi kimia nutrisi jamur tiram

Komposisi zat yang terkandung dalam jamur tiram adalah sebagai berikut:

Komposisi asam amino (mg/g berat kering) pada badan buah

a. asam aspartat 17,9

b. treonin 8,5

c. serin 9,7

d. asam glutamate 21,7

e. prolin 6,0

f. glisin 9,0

g. alanin 12,8

h. sistein 2,8

i. valin 10,7

j. metionin 4,6

k. isoleusin 6,6

l. leusin 12,2

m. tirosin 6,0

n. fenilalanin 7,2

o. histidin 15,0

p. lisin 9,7

q. arginin 12,1

Komposisi asam lemak pada badan buah (mg/g berat kering)

a. asm palmitat 2,2

b. asam stearat 0,5

c. asam oleat 2,9

d. asam linoleat 10,3

Tempat budidaya jamur tiram / media jamur dapat dibuat dari tahapan berikut:

  1. Serbut gergaji dicampur kapur dan dedak, lalu diaduk dan diayak dengan sedikit air/dibasahi
  2. Sterilisasi selama 5 jam dengan 100 derajat, dalam karung atau plastic
  3. Setelah dingin diinokulasi/masukin bibit
  4. Lalu masukan kapas, ikat dengan karung
  5. Disimpan di ruang inkubasi selama 2 bulan, baru kemudian dipanen.

Perlu diingat, untuk menghasilkan jamur tiram yang bagus, harus memiliki kelembaban suhu 18-25 derajat.

Kiat sukses membudidayakan jamur adalah telaten, kerja keras dan jujur.

Jamur yang sekarang sedang baik prospeknya adalah:

  • Jamur Tiram Putih/Shemeji (Pleuratus Astreatus). Jamur ini disebut juga jamur kayu, karena tumbuh pada media kayu lapuk.
  • Jamur kuping jamur shitake
  • Jamur Gauderma.

PEMBUDIDAYAAN JAMUR TIRAM

Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus spp, yakni tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan tahanan memproduksi jamur tiramnya. Pada tahanan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan. Pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik.

Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7.

Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium foil. Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.

Langkah keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.

Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.

Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.

Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.

Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7.

Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.

Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.

Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %.

Langkah terakhir panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.

Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini adalah masalah higienis, aplikasi bibit unggul, teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi media tumbuh/substrat dan pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.

HASIL OLAHAN JAMUR TIRAM

PERMEN JELI JAMUR TIRAM

Bahan dan alat:

1. Jamur Tiram 50 g

2. Gula pasir 100 g

3. Gelatin 20 g

4. Air 100 g

Alat:

1. Panci

2. Kompor

3. Pengaduk

4. Loyang

5. Pisau

Cara membuat:

1. Rebus jamur tiram hingga masak kemudian blender dengan air

2. secukupnya.

3. Masukkan gula pada panci sebanyak 100 gram (1 ons) dan

4. tambahkan jus jamur (blenderan jamur sebanyak 100 ml.

5. Rebus dalampanci hingga mendidih dan air mulai berkurang (agak

6. kental)

7. Tambahkan gelatin yang sudah dilarutkan dalam air.

8. Aduk terus hingga kental (cairan jika diangkat dengan pengadung

9. hanya menetes pelan.

10. Angkat dari kompor setelah agak dingin tuangkan ke dalam loyang.

11. Biarkan selama semalam

12. Potong sesuai ukuran yang dikehendaki kemudian lepaskan dari

13. loyang.

14. Jika diinginkan permen dapat ditaburi dengan gula halus.

15. Permen siap dikemas.

KERUPUK JAMUR

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah:

1. Jamur Tiram (1/2 kg),

2. tepung tapioka (1/2 kg),

3. telur bebek (2 butir),

4. gula secukupnya,

5. garam secukupnya,

6. minyak goreng secukupnya,

7. air (100 cc),

8. tali/benang, dan plastik.

Peralatan yang digunakan adalah:

1. kompor,

2. dandang,

3. baskom plastik,

4. talenan,

5. pisau,

6. cobek/penumbuk dan sealer.

Proses Pembuatan

Tahapan dalam pembuatan kerupuk Jamur adalah sebagai berikut:

1. Jamur dicuci hingga bersih

2. Kukus atau rebus hingga matang

3. Haluskan dengan gilingan daging atau ditumbuk

4. Campur tepung tapioka dengan air sedikit demi sedikit, kemudian

5. masukkan jamur yang telah dihaluskan, telur bebek, gula dan garam,

6. aduk dan uleni hingga kalis

7. Masukkan adonan ke dalam plastik atau daun dengan diameter ± 5

8. cm, dan ikat dengan tali/benang.

9. Kukus adonan hingga matang, angkat dan dinginkan

10. Iris tipis dan jemur hingga kering dengan menggunakan sinar

11. matahari/mesin pengering.

12. Kerupuk jamur kering siap dikemas dan dijual mentah. Atau digoreng

13. dan dikemas kemudian dijual dalam bentuk matang.

ABON JAMUR TIRAM

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah :

1. Jamur Tiram (5 kg) ,

2. Kelapa tua berukuran sedang (7 butir ),

3. gula merah (2 ons ),

4. bawang merah (2 ons ),

5. bawang putih (1 ons),

6. cabe merah (½ ons ),

7. ketumbar (40 gram), dan

8. minyak goreng secukupnya.

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan abon cukup

sederhana, yakni:

1. kompor,

2. panci email,

3. wajan penggoreng,

4. alat pengepres,

5. timbangan,

6. cobek atau blender,

7. parutan,

8. talenan,

9. nyiru,

10. baskom,

11. pisau,

12. pengaduk, dan

13. alat penutup kantung plastik.

Proses Pembuatan

Tahapan dalam pembuatan abon ikan adalah sebagai berikut:

1. Jamur tiram direbus selama 10 menit.

2. Dinginkan dan potongtipis-tipis mengikuti alut lamela atau suwiri

3. dengan tangan.

4. Bumbu dihaluskan dan ditumis hingga wangi, kemudian masukkan

5. jamur tiram yang telah disuwiri, dan tambahkan santan kental

6. Goreng campuran bahan tersebut hingga berwarna coklat tua

7. Tiriskan, dan dipres untuk mengeluarkan minyaknya lalu didinginkan

8. Abon siap dikemas

Aku memiliki sebuah azzam, sebuah tekad tentang sesuatu yang entah kenapa sulit sekali aku lakukan. Ada beribu kata yang ingin aku ungkap dan semua sudah tertata rapi dalam bait kalimat yang setiap hari terus bercokol dalan hatiku. Apakah gerangan yang menghalangiku untuk mengungkapkan segala hal yang ada dalam pikiran ini.

Ya Allah…

Andaipun banyak makna indah tentang hidup ini, ingin aku ungkapkan, tapi bibir ini begitu kelu. Kelu dan lesu dengan segala keangkuhan manusia-manusia yang mendiami bumi ini. Dan tak cukup, hamba takut Ya Allah, saat mulut ini berbicara, justru kata-kata yang tidak seharusnya hamba ucapkan yang keluar. Karena itu hamba lebih memilih bungkam. Ya Allah berilah hamba cahaya kehidupan agar senantiasa terlindung dalam cahaya petunjukMu.

Namun sungguh…

Sesak, buncah perasaan yang ada dalam hati ini…

Benci tapi apa yang hendak dikata tentang kebencian itu sendiri?

Jika bukan karena aku ingat Tuhan itu tak pernah tidur, sudah lenyaplah rasa maluku untuk berbuat nista. Namun, Tuhan tak pernah tidur dan Dia tak pernah lalai sedikitpun mengawasi hamba-hamba, makhluk-makhlukNya.

Namun sungguh…

Sakit jiwa ini jika terus menerus memendam untaian kalimat kebenaran sedang mata, telinga dan mulut ini menyaksikan ada suatu kebathilan di hadapannya.

Benarkah mengajak kembali kepada kebenaran itu lebih berat dari pada mengajarkannya???

Tapi itu yang kini aku rasakan…

Ya Allah…

Ampuni hambaMu yang lemah dan tak berdaya ini…

Ampunilah hamba…

Minggu, 31 Mei 2009

Ya Allah…

Jika seluruh dunia terdiam

Hingga tak ada celah udara yang masuk ke dalamnya

Dan semua telinga tertutup rapat dari segala kebenaran

Sungguh aku ingin teriakkan

Aku sudah tak kuat lagi

Tapi kasihMu sungguh nyata

Selalu ada untuk Kau limpahkan kepada hambaMu

Ya Allah…

Bagaimana aku ini?

Jangan Kau siksa aku karena hal yang aku pun tak mengerti bagaimana harus menyelesaikannya jika tanpa kehendakMu

Ya Allah…

Aku benci saat diriku lemah seperti ini

Bahkan mulutku pun terkunci rapat untuk mengatakan segalanya

Hanya diam dan terbungkam

Aku tahu

Selama ini aku salah

Aku terlalu buta menyelami keindahan ini

Tak berfikir bahwa Engkau selalu mengawasi

Ya Allah…

Sungguh Engkau selalu membukakan pintu rahmat bagi hambaMu

Selalu ada petunjuk yang Kau tunjukkan kepada hamba-hambaMu yang tersesat

Kau ingatkan hambaMu dengan ujian dan kenikmatan agar hambaMu bisa mengingatMu

Tapi apa yang terjadi

Justru pintu syetan yang dimasuki

Justru jalan buntu yang dipilih

Justru lupa selalu menjadi alasan untuk memungkiri kebenaran

Ya Allah…

Ampuni hambaMu

Ya Allah…

Maafkan hambaMu

Sungguh aku ini hamba yang lemah dan tak berdaya jika tanpa kekuatan dan pertolongan dariMu

Ya Allah…

Segala yang telah terjadi semua itu atas kehendakMu

Hamba hanya mampu memohon pertolongan dan perlindungan kepadaMu

Dari segala tipu daya yang ada di dunia ini

Dari semua kelemahan hamba

Dari segala kejahatan dan keburukan yang Engkau timpakan kepada hamba

Ampuni lah hamba karena hamba tahu semua itu adalah ujian yang harus hamba jalani Ya Allah…

Sesungguhnya semua adalah milik dan berasal dariMu dan kepadaMulah tempat kami dikembalikan.

Maafkan hamba Ya Allah…